Hukum Newton
Hi
Kali ini saya akan membagikan materi praktikum Hukum Newton
Semoga bermanfaat
Fisika
adalah salah satu ilmu pengetahuan alam dasar yang banyak digunakan sebagai
dasar bagi ilmu-ilmu yanglain. Fisika adalah ilmu yang mempelajari gejala alam
secarakeseluruhan. Fisika mempelajari materi, energi, danfenomena atau kejadian
alam, baik yang bersifat makroskopis (berukuran besar, seperti gerak Bumi
mengelilingiMatahari) maupun yang bersifat mikroskopis (berukurankecil, seperti
gerak elektron mengelilingi inti) yang berkaitan dengan perubahan zat atau
energi.Fisika menjadi dasar berbagai pengembangan ilmudan teknologi.
Dalam
kehidupan sehari-hari kita pasti menggunakan berbagai macam benda yang
mempunyai massa yang berbeda dan dapat bergerak. Seperti saat seseorang
mendorong gerobak, gerobak tersebut memiliki massa dan bergerak. Selain contoh
tersebut ada banyak lagi benda yang dapat bergerak, yaitu: katrol, sepeda,
mobil, trolly, dan lain sebagainya. Untuk bergerak benda – benda tersebut
memiliki gaya yang mendorong atau menariknya, dengan demikian benda tersebut
memiliki kecepatan dan percepatan. Percepatan yang dimiliki oleh suatu benda
mempunyai hubungan dengan prinsip hukum newton tentang gerak, khususnya hukum
II newton, dan juga berhubungan dengan gerak lurus berubah beraturan.
Hukum
Newton adalah hukum fisika yang dicetuskan oleh Sir Isaac Newton mengenai sifat
gerak benda. Hukum gerak Newton itu sendiri merupakan hukum yang fundamental.
Artinya, pertama hukum ini tidak dapat dibuktikan dari prinsip-prinsip lain,
kedua hukum ini memungkinkan kita agar dapat memahami jenis gerak yang paling
umum yang merupakan dasar mekanika klasik. Dalam kehidupan sehari-hari, gaya
merupakan tarikan atau dorongan. Misalnya, pada waktu kita mendorong atau
menarik suatu benda atau kita menendang bola, dikatakan bahwa kita mengerjakan
suatu gaya dorong pada mobil mainan. Pada umumnya benda yang dikenakan gaya
mengalami perubahan-perubahan lokasi atau berpindah tempat.
Gaya merupakan dorongan atau
tarikan yang akan menggerakkan benda bebas (tak terikat), gaya juga merupakan
besaran yang mempunyai nilai dan arah tertentu dan juga sebuah interaksi yang
hanya bila bekerja sendiri akan menyebabkan perubahan keadaan gerak pada benda.
Misalnya, pada waktu kita mendorong atau menarik suatu benda atau saat kita
menendang bola, dikatakan bahwa kita mengerjakan suatu gaya dorong atau gaya
tarik, Dalam hal ini terjadi peristiwa gerak benda yang kita kenal dengan hukum
newton. Oleh karena itu agar lebih memahami hukum newton yang lebih jelas maka
melakukan praktikum kali ini.
Tijauan Pustaka
Gaya adalah
suatu pengaruh pada sebuah benda yang menyebabkan benda mengubah kecepatannya,
artinya dipercepat. Arah gaya adalah arah percepatan yang disebabkannya jika
gaya itu adalah satu-satunya gaya bekerja pada benda tersebut. Besarnya gaya
adalah hasil kali massa benda dan besarnya percepatan yang dihasilkan gaya.
Secara eksperimen telah ditemukan bahwa jika dua atau lebih gaya bekerja pada
benda yang sama, percepatan benda adalah sama seperti jika benda dikenai gaya
tunggal yang sama dengan penjumlahan vektor gaya-gaya itu sendiri. Artinya,
gaya-gaya dijumlahkan sebagai vektor-vektor.(Paul Tipler, 1998: 91)
Bila sebuah
benda yang dalam kesetimbangan digeser sedikit, maka besar, arah serat garis
kerja gaya-gaya yang bekerja terhadapnya bisa berubah semuanya. Bila gaya-gaya
pada benda yang sudah tergeser ini demikian rupa sehingga mengembalikan benda
ke posisinya semula, kesetimbangan itu disebut stabil. Bila kerja
gaya-gaya itu demikian rupa sehingga menambah pergeseran, kesetimbangan benda itu
disebut tak stabil. Bila benda masih tetap setimbang dalam keadaan
tergeser tadi, kesetmbangannya disebut netral. Apakah suatu benda keadaan
setimbang stabil, tak stabil ataupun netrak hanya dapat diketahui dengan
meninjau keadaan bila benda sedikit tergeser dari keadaan setimbang asal (Sears
Zemanzky, 1982: 24)
Hukum 1
berbunyi sebuah benda terus berada pada keadaan awalnya yang diam atau bergerak
dengan kecepatan konstan kecuali benda itu dipengaruhi oleh gaya yang tak
setimbang, atau gaya luar neto. Hukum 2 berbunyi percepatan sebuah benda
berbanding terbalik dengan massanya dan sebanding dengan luar neto yang bekerja
padanya . Hukum 3 berbunyi gaya-gaya selalu terjadi berpasangan. Jika
benda A, mengerjakan sebuah gaya pada benda B, gaya pada benda B, gaya yang
sama besar dan berlawanan arah dikerjakan oleh benda B pada benda A. (Paul
Tipler, 1998: 91)
Hukum
Newton I, jika tidak ada gaya eksternal, saat dilihat dari kerangka acuan
inersia, maka sebuah benda yang berada dalam keadaan diam akan tetap diam dan
benda yang bergerak akan terus bergerak dengan kecepatan tetap (yaitu dengan
kelajuan tetap sepanjang suatu garis lurus). Dalam istilah yang lebih
sederhana, kita dapat mengatakan bahwa saat tidak ada gaya yang bekerja
terhadap suatu benda, percepatan benda tersebut adalah nol. Jika tidak ada gaya
apapun yang beraksi untuk mengubah gerak benda, maka kecepatannya tidak
berubah. Dari hukum I, kita menyimpulkan bahwa setiap benda yang terisolasi
(yang tidak berinteraksi dengan lingkungannya) akan berada dalam kondisi diam
atau bergerak dengan kecepatan tetap (Jeweet, 2009: 173).
Sebuah
kerangka acuan dimana hukum-hukum Newton berlaku dinamakan kerangka acuan
inersia. Setiap kerangka acuan yang bergerak dengan kecepatan konstan relatif
terhadap kerangka acuan inersia merupakan sebuah kerangka acuan inersia juga.
Sebuah kerangka acuan yang dipercepat relatif terhadap kerangka inersia bukan
kerangka acuan inersia. Sebuah kerangka acuan yang diikatkan ke bumi hampir
berprilaku sebagai kerangka acuan inersia. (Paul Tipler, 1998: 91)
Berat suatu
benda adalah gaya yang bekerja pada benda yang disebabkan oleh tarikan bumi.
Benda dipercepat ke bumi dengan percepatan 9,81 m/s2. Pada tiap titik di ruang,
percepatan ini sama untuk semua benda, tak bergantung pada massanya. Kita
namakan nilai percepatan ini g, dengan menggunakan a=g. Karena g adalah sama
untuk semua benda disuatu titik, kita dapat menyimpulkan bahwa berat benda
sebandiung dengan massanya. Vektor g adalah gaya persatuan massa yang dilakukan
bumi untuk setiap benda dan dinamakan medan gravitasi bumi. (Douglas Giancoli ,
2001: 80)
Berat W suatu benda yang diperluas
sama dengan jumlah vector gaya-gaya gravitasi yang beraksi pada elemen-elemen
individual (atom-atom) benda-benda bersangkutan. Suatu gaya tunggal W yang
secara efektip beraksi pada suatu titik tunggal di sebut titik berat (pusat
gaya berat) benda. Berat W beraksi pada pusat massa benda,yang ekuivalen dengan
anggapan bahwa titik berat terletak pada pusat massa. Ini membuktikan bahwa
anggapan ini berlaku pada asalkan percepatan G akibat gaya gravitasi bernilai
konstan pada suatu benda ( Halliday, 1995:490 ).
Daftar Pustaka
Giancoli, Dauglas C.
2001. Fisika Dasar. Jakarta: Erlangga.
Tipler, A. Paul. 1998. Fisika
Untuk Sains Dan Teknik. Jakarta : Erlangga.
Zemansky, Sears. 1982. Fisika
Untuk Universitas 1. Bandung : Binacipta.
Halliday. 1995. Dasar-dasar Fisika.
Bandung: Binarupa Aksara Publisher.
Serway, Jewett.2009.Fisika
untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Salemba Teknika.
Komentar
Posting Komentar